• SMA NEGERI 1 PANGKALAN BARU
  • Berprestasi, Terdidik, Disiplin, Ber IMTAQ, serta Kreatif.

Menyusuri Jejak Pahlawan dan Keanggunan Cual: Catatan Lawatan Sejarah Murid SMAN 1 Pangkalan Baru di Kota Mentok

Siapa bilang belajar sejarah hanya sebatas membaca buku teks di dalam kelas? Rombongan murid kelas XII SMA Negeri 1 Pangkalan Baru membuktikannya secara langsung melalui kegiatan Lawatan Sejarah ke Mentok, Bangka Barat. Langkah-langkah kecil para murid ini menyusuri tiga destinasi bersejarah utama: Pesanggrahan Menumbing, Pesanggrahan Mentok (Wisma Ranggam), serta sentra kearifan lokal DUDI Tenun Mentok. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis 24 September 2026.

Perjalanan ini menjadi momen penting ketika catatan sejarah di lembar kertas berubah menjadi pengalaman nyata yang berkesan.

  1. Napak Tilas Pengasingan Tokoh Bangsa

Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan berbelok menuju puncak Bukit Menumbing. Di ketinggian sekitar 445 meter di atas permukaan laut, berdiri kokoh Pesanggrahan Menumbing, bangunan bersejarah tempat para pemimpin Republik Indonesia, seperti Drs. Mohammad Hatta, Mr. Ag. Pringgodigdo, Komisaris Besar Polisi Soekamto, dan Assaat, diasingkan oleh Belanda pada rentang tahun 1948–1949.

Para murid diajak melihat langsung kamar-kamar sederhana yang pernah ditempati para tokoh bangsa, lengkap dengan meja kerja, tempat tidur, serta mobil kuno bernomor polisi BN 10 yang legendaris.

"Berada di dalam kamar Bung Hatta memberikan sensasi yang luar biasa. Rasanya merinding saat membayangkan bagaimana beliau tetap tenang memikirkan nasib bangsa ini di tengah keterasingan," tutur Rian, salah satu murid peserta, saat dimintai kesan di depan mobil kuno BN 10.

  1. Wisma Ranggam: Menghayati Diplomasi dan Pekik "Merdeka"

Destinasi selanjutnya membawa rombongan menuju pusat kota Mentok untuk mengunjungi Pesanggrahan Mentok atau yang dikenal sebagai Wisma Ranggam. Bangunan berarsitektur kolonial ini menjadi saksi peristiwa sejarah penting, termasuk tempat diisolasinya Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, bersama KH Agus Salim, Mr. Mohammad Roem, dan Ali Sastroamidjojo.

Di tempat ini, para murid menyimak penjelasan mengenai dinamika diplomasi Indonesia di masa Agresi Militer Belanda II. Diskusi kecil tumbuh di sudut-sudut ruangan saat para murid mengamati foto-foto arsip sejarah, tugu penyerahan surat kuasa, serta ruang tamu tempat para pendiri bangsa bertukar pikiran. 

Guru pendamping kegiatan, menjelaskan pentingnya membawa murid belajar langsung di lokasi bersejarah ini:

"Di kelas, anak-anak mungkin hanya menghafal tahun dan nama tokoh. Namun, ketika berdiri di sini, mereka bisa meresapi dinamika perjuangan diplomasi Indonesia. Lawatan ini dirancang agar nilai-nilai nasionalisme terbentuk secara alami melalui pengalaman langsung."

  1. DUDI Tenun Mentok: Merawat Warisan Budaya Kain Cual

Tak hanya belajar sejarah politik dan perjuangan kemerdekaan, kegiatan lawatan ini melengkapi wawasannya melalui kunjungan ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Tenun Mentok. Di sini, para murid mengenal dekat Kain Cual, kain tenun tradisional khas Bangka Barat yang kaya akan motif serta nilai filosofis.

Para murid berkesempatan melihat langsung proses perancangan motif, penyiapan benang emas dan sutra, hingga proses menun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Beberapa murid bahkan mencoba duduk di balik alat tenun untuk merasakan tingkat ketelitian yang dibutuhkan.

"Awalnya saya kira menenun itu gampang, tapi begitu coba sendiri menjalankan, ternyata butuh koordinasi tangan, kaki, dan tingkat kesabaran yang ekstra," ujar murid kelas XII yang tampak antusias saat mencoba menenun. "Lawatan ke DUDI ini bikin kita sadar kalau kain Cual bukan sekadar kain hias, tapi karya seni warisan leluhur yang harus kita banggakan."

Kegiatan Lawatan Sejarah ini tidak sekadar menjadi ajang jalan-jalan, melainkan sebuah ruang refleksi bagi generasi muda. Memahami perjuangan para pahlawan di Menumbing dan Wisma Ranggam serta menghargai keahlian para pengrajin kain Cual memberikan pelajaran penting: kemerdekaan dan budaya adalah dua hal yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

4. Menatap Selat Bangka dari Ketinggian

Perjalanan dilanjutkan menuju pesisir pantai di kawasan Mercusuar Tanjung Kalian. Menara setinggi 56 meter yang dibangun pada tahun 1862 ini berdiri megah menghadap Selat Bangka.

Dengan tertib, para siswa menaiki anak tangga melingkar hingga sampai di puncak menara. Dari ketinggian, hamparan laut biru dan sisa-sisa benteng tua terlihat jelas. Selain belajar tentang fungsi navigasi pelayaran pada masa lalu, siswa juga diingatkan pada peristiwa sejarah Perang Dunia II di sekitar perairan Tanjung Kalian.

Sebagai generasi penerus, perjalanan ke Mentok ini menjadi pengingat bahwa masa depan yang cerah berakar dari penghargaan yang tulus terhadap sejarah dan kebudayaan bangsa sendiri.

 @adminweb

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
JADWAL PENTING PELAKSANAAN TKA dan AN TAHUN 2026

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) merupakan agenda tahunan yang krusial bagi satuan pendidikan di Indonesia. Kedua program ini bertujuan untuk mengukur

01/10/2026 08:39 - Oleh Administrator - Dilihat 61 kali
MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi momentum penting bagi lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pangkalan Baru untuk memperkuat karakter serta akhlak generasi

04/09/2026 12:32 - Oleh Administrator - Dilihat 88 kali
Semarak HUT RI: Kobarkan Nasionalisme, SMAN 1 Pangkalan Baru Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga Sekitar

Aksi simpatik ini digelar sebagai bentuk kontribusi aktif generasi muda dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan dan menjadi jembatan hangat yang mempererat tali silaturahmi antara pihak

12/08/2026 09:56 - Oleh Administrator - Dilihat 152 kali
Lestarikan Alam Lewat Tunas Muda: Aksi Adiwiyata dalam Perjusami SMAN 1 Pangkalan Baru

Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) di SMAN 1 Pangkalan Baru tidak sekadar menjadi ajang menguji ketangkasan dan kemandirian anggota Pramuka. Melalui pengintegrasian program Sek

28/07/2026 11:10 - Oleh Administrator - Dilihat 233 kali
Menyemai Kepedulian Lingkungan Sejak Hari Pertama: Aksi Pembuatan Ecoenzyme pada MPLS SMAN 1 Pangkalan Baru

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Pangkalan Baru tidak hanya diisi dengan pengenalan tata tertib dan fasilitas sekolah. Lebih dari itu, para siswa baru diajak untuk

28/07/2026 10:55 - Oleh Administrator - Dilihat 223 kali
Aksi Nyata Sekolah Adiwiyata: 3.300 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Menuang Pada Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026

Semangat pelestarian lingkungan bergemuruh di kawasan pesisir Pantai Menuang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 20

27/07/2026 11:03 - Oleh Administrator - Dilihat 242 kali
IHT - PENGUATAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DAN PENGENALAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFICIAL

Dalam rangka pelaksanaan program penjaminan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi profesional guru, SMA Negeri 1 Pangkalan Baru menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) "

23/07/2026 08:57 - Oleh Administrator - Dilihat 207 kali
FESTIVAL KREATIVITAS - MPLS RAMAH SMAN 1 PANGKALAN BARU TAHUN 2026

Suasana berbeda terlihat di lingkungan SMAN 1 Pangkalan Baru selama sepekan terakhir. Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Pagi di hari ke 13 Juli 2026, Kepala SMAN 1 Pangkalan Baru b

16/07/2026 11:41 - Oleh Administrator - Dilihat 193 kali
Selamat Berjuang di OSN-P! Babak Baru Perjuangan Menuju Puncak Prestasi Sains

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta-talenta muda berbakat kita. Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) SMA tahun ini telah resmi mengumumkan h

07/07/2026 16:51 - Oleh Administrator - Dilihat 249 kali
PENGUMUMAN HASIL SPMB SMA NEGERI 1 PANGKALAN BARU JALUR DOMISILI

30/06/2026 11:03 - Oleh Administrator - Dilihat 625 kali